Sejarah LPKL

Perumda

Tirtawening Kota Bandung

Dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, Perumda Tirtawening Kota Bandung bukan saja dituntut untuk dapat melayani penyediaan air minum dari sisi kuantitas air yang didistribusikan kepada pelanggan, tetapi Perumda Tirtawening Kota Bandung juga dituntut untuk dapat menjaga dan memperbaiki kualitas air minum baik secara fisika, kimia maupun secara mikrobiologi sehingga dapat menumbuhkan rasa aman bagi pelanggan dalam memanfaatkan jasa penyediaan air minum yang diselenggarakan oleh Perumda Tirtawening Kota Bandung untuk kebutuhan sehari – hari.

 

Untuk dapat melaksanakan kegiatan monitoring pengujian kualitaas air Perumda Tirtawening Perlu didukung oleh sebuah laboratorium dengan jumlah personil dan kompetensi personil yang memadai serta ketersediaan peralatan pengujian dan bahan kimia laboratorium yang disesuaikan dengan banyaknya parameter kimia, fisika dan mikrobiologi yang harus diperiksa.

Selain dari ketersediaan sarana, prasarana dan personil laboratorium yang memadai, Perumda Tirtawening juga harus mengakreditasikan laboratoriumnya sebagai laboratorium penguji untuk mendapat pengakuan secara hukum dari Komite Akreditasi Nasional (KAN) sehingga hasil uji terhadap contoh uji air produksi yang dikeluarkan oleh laboratorium Perumda Tirtawening dapat dipercaya oleh semua pihak yang berkepentingan.

Di sisi lain Perumda Tirtawening Kota Bandung sering mendapatkan permohonan pengujian air oleh masyarakat atau pihak swasta serta instasi pemerintah lainnya. Fenomena tersebut dapat diartikan bahwa secara non formal laboratorium Perumda Tirtawening sudah dipercaya oleh masyarakat.

Kondisi tersebut merupakan sebuah peluang untuk Perumda Tirtawening dapat mengembangkan usaha lainnya, yaitu membentuk laboratorium umum yang dapat memberikan layanan ganda yaitu melayani Perumda Tirtawening untuk kebutuhan internal dan penyediaan jasa pengujian laboratorium untuk kepentingan umum. Hal tersebut dianggap realistik ketika melihat Perumda Tirtawening Kota Bandung yang telah memiliki tiga laboratorium walaupun dengan segala keterbatasannya dapat digabungkan menjadi sebuah kesatuan, tentunya dapat dijadikan modal dasar pembentukan laboratorium yang mampu melayani kepentingan umum.